Pages

Tuesday, 14 February 2017

CARA MENCARI GURU MURSYID TARIKAT NAQSABANDIAH

Mursyid adalah seorang guru yang mengajarkan dan membimbing muridnya dalam mengamalkan ilmu tariqat, sseorang  yang bisa di katakan guru mursyid itu iyalah seorang guru yang mahir iya di dalam ilmu syari'at dan ilmu hakikat, yang mana guru mursyid itu telah mendapat iya ijazah Tariqat dan mendapat pula iya surat ijazah tariqat yang menyatakan dia sudah di perbolehkan oleh gurunya pula untuk mengajarkan ilmu tariqat kepada murid-murid nya yang baru, 

dan adalah guru mursyid itu mempunyai perasan yang nyata dan tinggi himah dan diridhai segala hal-ikhwalnya dan sempurna akal dan tilikan nya dan gemar iya memelihara akan kehormatan islam dan muslimin dan mengetahui dianya cara memberikan pengajaran kepada murit-muritnya, dan suka memberi naseahat kepada umat islam dan lemah lembut segala perkataan nya menurut kata ahli suffi, adalah guru mursyid itu mempunyai sifat delapan macam, yitu,,,:

  1. guru itu mursyid yakni jika iya itu seorang guruyang cerdik lagi mencerdikan 
  2. Kamil mukammil, yaitu sempurna lagi menyempurnakan.  
  3. Memberi bekas akan pengajaran nya, yakni pengajaran guru itu nyata dan lama bekasan nya di hati murit-muritnya 
  4. Guru yang mursyid itu, mendapat ilmu dari guru yang tertentu yakni yang silsilahnya sampaike pada Rasulullah Shalallahu'alaihi Wassalam.
  5. Guru mursyid itu, guru yang sudah masyhur (terkenal) di banyak daerah
  6. Bagus pengajarannya sehingga tiada yang dapat mencela pengajaran nya itu.
  7. Guru mursyid itu tidak terlalu menyenangi perkara dunia dan seisinya
  8. Guru mursid itu, tidak pernah mengerjakan sesuatu yang sudah di haramkan oleh agama
setelah bertemu dengan Guru Mursyid itu maka murid berkata kepadanya sebagai berikut "ya tuan guru hamba ini datang daripada lautan dausa dan sangat taqsir dan hamba telah karam dalam laut dausa lagi sangat jahil dan lalai, maka hamba pulangkan diri hamba ini kepada tuan guru, dan hamba berharap atas pememeliharaan dan bimbingan tuan guru, mudah-mudahan di ampuni Allah dausa-dausa hamba yang dhahir dan bathin. dan supaya hamba keluar dari lautan gelap dan kejahilan kepada terang benderangnya ilmu yang ada di tangan tuan guru". 

Kemudian Guru Mursyit itu akan menjawab permintaan murid itu dengan ucapan insya Allah. dan seterusnya Guru Mursyid itu akan mengerjakan shalat istiqharah, apabila guru mursyid itu telah mendapat alamat (petunjuk) baik jika murit itu bertariqat Naksabandiyah maka guru mursyid itu terlebih dahulu mengajarkan ilmu TAUHID atau ilmu Aka'id Al-iman dan ilmu FIQIH dan ilmu TASAWUF  sekedar yang fardu 'ain kepada murit itu. setelah ketiga macam ilmu yang tersebut telah di ketahui dan di pahamkan oleh murit yang shadiq, maka pada sore kamis,malam jum'at lepas tengah malam di suruhlah murit itu mandi taubat.

demikaian lah cara mencari Guru Mursyid dan meminta di ajarkan cara mengamalkan TARIQAT NAKSABANDIYAH,

sumber : kitap RAHASIA MUTIARA TARIQAT NAKSABANDIYAH jilit pertama karangan syekh JALALUDDIN.

Sunday, 12 February 2017

cara memilih calon pasangan hidup,( persiapan nikah).



Bicara tentang suami dan istri sudah pasti bicara tetang pernikahan,,, yaa,,karna status suami dan istri itu adalah perubahan status dari laki-laki dan perempuan yang di satukan oleh ikatan pernikahan sehigga setelah  menikah maka si laki-laki disebut suami dari si wanita dan wanita disebut istri si laki-laki,,, 
Nahh,, sebelum laki-laki memutuskan untuk menkah hendaknya terlebih dahulu mengetahui apa itu pernikahan, dan apa2 saja yang harus di persiapkan sebelum meikah dan seperti apakah calon isrtri/suami yang baik untuk di nikahi,,,?

1. PERNIKAHAN
pernikahan adalah sebuah hubungan atau ikatan suci yang menyatukan sepasang insan laki-laki dan perempuan menjadi suami istri yang sah dan halal, dimana pernikahan di atur oleh syarat-syarat tertentu dari agama, agar pernikahan itu benar2 sah di mata mausia dan Allah SWT. 

Adapun syarat-syarat sahnya pernikahan itu ada 4 perkara yang wajib di patui oleh insan yang akan menikah, yakni: 
a. Adaya sepasang mempelai atau pengantin (laki-laki dan perempuan) yang akan di nikahkan,,, karna tidah mungkin bisa berlangsung perniahan kalau yang mau dinikahkan itu hanya terdiri dari laki-laki saja atau perempuan saja,, , maka kita menolak mentah-mentah pernikahan sejenis,sebagai mana yang di lakukan oleh kaum nabi lud. (kaum sodom)

b. Adanya mahar yang di berikan oleh laki-laki kepada perempuan yang di nikahinya, mengenai mahar tidak lah di wajibkan maharnya itu emas, intan, berlian, atau barang berharga lain nya, mahar ini di bolehkan oleh agama kita berbentuk apapun asal pengantin perempuan nya menerima dengan ikhlas atas mahar yang di berikan oleh laki-laki, walaupun maharnya itu mengucap Dua kalimah syahadat atau bacaan Ayat suci Al-Qur'an, namun karna kebanyakan ummat islam menggunakan mahar pernikan itu adalah emas kususnya kita di indonesia, maka emaslah sebagai mahar nya, dan juga jumlah emas sebagai mahar itu tidak lah sama di setiap daerah, karna memang agama tidak menentukan jumlah mahar itu, jumlah mahar itu di tentukan oleh kesepakatan antara mempelai laki-laki dan perempuan dan juga walinya, 

c. Adanya Ijab dan Qabul yang di lakukan oleh wali dari perempuan dan mempelai laki-laki, Ijab adalah ucapan penyerahan oleh wali mempelai perempuan kepada mempelai laki-laki, lazimnya, ucapan penyerahan itu sebagai berikut : "saya nikah dan kawinkan anak saya si fulan(nama mempelai perempuannya binti fulan (nama ayahnya) kepada engkau si fulan ( nama mempelai laki-laki) bin fulan (nama ayahnya) dengan mas kawin(sebut kan jumlah dan bahan mahar nya) tunai,," sedangkan Qabul adalah ucapan penerimaan dari mempelai laki-laki, lazimnya dengan ucapan "saya terima nikahnya si fulan(nama perempuan) binti fulan(nama ayahnya) dengan emas kawin tersebut tunai.". Ijab Qabul itu dilakukan dengan berjabatan tangan antara ayah atau wali hakim  dari perempuan itu dengan mempelai laki-laki.

d. Adanya Wali ( untuk perempuan) dan saksi. Wali itu adalah orang yang menikahkan perempuan itu,yang terdiri dari ayahnya, atau abng nya, atau adik laki-lakinya, atau adik ayahnya, atau abng ayahnya, atau kakek sebelah ayahnya, atau wali hakim (qadzi di daerahnya) sedangkan saksi itu adalah beberapa orang (tidak boleh kurang dari 2 orang) yang mendengar dan membenarkan sah atau tidaknya Ijab Qabul pernikahan itu, maka tanggung jawab oleh saksi ini sangatlah besar untuk sah atau tidaknya pernikahan itu. maka jika syarat-syarat di atas tidak di penuhi (kurang satu saja) pernikahan itu tidaklah sah.

CIRI-CIRI CALON ISTRI YANG BAIK MENURUT AGAMA ISLAM

Adapun ciri-ciri calon istri yang baikitu sebagaimana yang di sampaikan baginda Rasulullah dalam haditz nya yang artinya :
"Wanita itu di kawini karena empat hal : karena kecantikannya, karna hartanya,karena nasabnya (keturunannya) dan karena Agamanya, maka pilihlah karena agamanya (bagus agamanya) pastilah kamu akan bahagia." (HR Bukhari & Muslim)

nah olehkarna itu maka jika kita laki-laki memilih calon istri maka pilihlah yang cantik rupa wajahnya, cantik bentuk tubuhnya dan cantik pula prilakunya, dan kedua hendak lah kita memilih perempuan yang bagus nasabnya (keturunannya) yaitu bukan dari keturunan yahudi, munafik, musrik, fasik, dan zindik.  kalau bisa dari keturunan orang yang 'alim seperti ulama. dan seterusnya kita harus menilik hartanya, maka hendaklah kita memilih perempuan yang memiliki harta yang cukup, terutama harta di tubuh nya,,,eehhhmmmm,,,, heheheh , kenapa memilih yang mempunyai harta, agar supaya ketika kita sudah menikah dengan nya,dan ternyata Allah belum memberikan kemudahan rezki kepada kita,maka harta nya itu mampu untuk membantu kita dalam menghidupi keluarga. bukan berarti agar kita tidak usah bekerja lagi setelah menikah dengannya. kalau itumah kesalahan yang sangat besar bagi laki-laki. dan yang ke empat hendaklah kita memilih perempuan yang bagus agamanya, yaitu perempuan yang saleha, ta'at dia kepada Allah dan RasulNya, istiqamah dia dalam beribadah, mampu dia menjaga auratnya, halus dan lembut tutur sapanya.

namun jika ke empat kreteria yang di gambarkan Nabi itu tidak kita dapatkan pada satu orang perempuan, cantik, berharta, bagus nasabnya, dan bagus agamanya, maka utamakan yang bagus agama, nasab, dan rupanya, walupun tidak berharta benda dia, jikapun ketiga kkreteria itu tidak juga terkumpul pada satu orang, maka utamakan bagus agamanya, dan cantik rupanya, walau pun harta dan nasabnya tidak bagus, jikapun yang dua itu juga tidak dapat pada satu orang, maka utamakan agamanya, walaupun tidak cantik,kaya,dan bagus nasabnya, maka utamakan Agamanya, karna jika bagus agamanya, walaupun tidak bagus , parasnya,nasabnya, dan hartanya, karna jika kita mengutamakan Agamanya pastilah kita akan bahagia bersamanya karna sebaik-baik perhiasan adalah waninta yang saleha , perhiasan dunia.

dan begitu pula perempuan hendaklah memilih calon suami yang tampandan gagah orangnya, cukup hartanya, besar tanggung jawabnya, baik buda bahasa nya, dan ta'at dia dalam agamanya.

PERSIAPAN SEBELUM MENIKAH

bagi yang laki-laki hendaknya mempersiapkan kecukupan harta, mempersiapkan pengetahuan tentang membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, mempersiapkan pengetahuan agama agar mampu menjadi imam yang baik yang mampu membimbing anak istrinya menuju syurga.
Sedangkan yang perempuan hendaknya mempersiapkan ilmu membangun keluarga yang baik agar mampu mengatur rumah tangga dengan baik dan melayani suami dengan benar, mempersiapkan ilmu agamanya agar mampu menjaga kesucian diri dan keluarganya,
dan kedua-duanya harus memahami hakikat surat albaqarah ayat 187 :

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ....

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka....

dan seorang laki-laki harus memahami surat attahrim ayat 6 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا ...

Hai orang-orang yang ber iman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka......

demikian lah yang dapat saya sampaikan dalam artikel ini lebih dan kurang, silap dan salah saya mohon maaf...



Saturday, 28 January 2017

TERJEMAHAN SHOHIH MUSLIM

KITAB AL-HIKAM IBNU ATHAILAH VOLUME 1

Monday, 23 January 2017

ilmu tentang adanya TUHAN yang di gambarkan dalam MARTABAT 7



MARTABAT TUJUH

Naskah "Martabat tujuh" adalah naskah yang berisi tentang ajaran adanya Tuhan yang di gambarkan dalam tujuh sifat, atau tujuh martabat. yaitu : martabat Ahadiyah, martabat Wahdah, Martabat Wahidiyah, martabat Alam Arwah, martabat Alam Misal, martabat Alam Ajsam, dan martabat Alam Insan. Tiga martabat pertamama, Ahadiyah, Wahdah, dan Wahidiyah disebut juga Alam ilahiyah, sedangkan martabat alam Arwah, Misal, Ajsam dan Alam insan disebut martabat Alam Muhdas, yang serba ada atau baharu.
Martabat tujuh dalam naskah ini, dapat di artikan sebagai hakikat keberadaan Allah yang terkandung dalam semua kekuasaanNya dengan sifat-sifatNya. ketujuh martabat ini dapat di jelaskan sebagai berikut. 

1. MARTABAT AHADIYAH.
    Martabat Ahadiah adalah martabat yang pertama yaitu wujud sunyi dari segala sifat dan bentuk kaitan nya, atau La-Ta'yin (tidak nyata). Martabat ahadiyah adalah Martabat Allah yang berupa ZAT yang Kadim Ajali, masih bersifat belum nyata, semuanya dalam keadaan gaib atau tidak nampak martabat ini menjelaskan keberadaan Allah sebagai hakikat dari Muhammad.

2. MARTABAT WAHDAH.
    Martabat Wahdah adalah Ta'yin awal, hakikat muhammad yang merupakan pengetahuan tuhan secara umum, global, atau ijmal. Marabat Wahdah merupakan penjelasan bahwa Allah sudah memiliki wujud berupa ZAT dada Muhammad, Allah ada dalam ilmuNya, yang di ibaratkan dengan dinding kayu.

3. MARTABAT WAHIDIYAH.
    Martabat Wahidiyah adalah Ta'yin Sani yang merupakan pengetahuan tuhan yang terperinci atau tafsil tentang ZAT dan Sifat serta segenap yang ada lainnya. Martabat wahidiyah merupakan kehendak Allah yang berupa Zat dan Sifat yang terkandung dalam Asma Nya.

4. MARTABAT ALAM ARWAH
    Martabat Alam Arwah adalah Alam yang sederhana tidak tersusun dari unsur- unsur dan tidak bersifat materi. martabat ini merupakan martabat yang menyatakan kekuasan Allah, kunfayakun, untuk menciptakan semua makluk, termasuk manusia yang di beri panca indra yang dhahir dan batin berupa pikiran, akal, penglihatan, pendengaran dan perkataan. Alam arwah merupakan alam dimana nyawa belum mempunyai nasib, nyawa masih merupakan cahaya suci.

5. MARTABAT ALAM MISAL.
    Martabat Alam Misal adalah alam yang sudah tersusun dari usur-unsur yang halus, tetapi tidak akan mengalami cerai-berai, usang atau rusak. Martabat ini merupakan kehendak Allah untuk mengadakan rupa yang nyata dalam wujud ilmuNya yang tersusun namun tidak beraturan dan tidak akan rusak. inilah yang di maksud dengan cahaya gaib. Alam misal adalah alam segala rupa yang telah diisi dengan nyawa dan mulai menerima nasib. 

6. MARTABAT ALAM AJSAM.
    Martabat Alam Ajsam Adalah Alam yang sudah tersusun dari  unsur-unsur yang kasar dan dapat mengalami perceraiberaian. martabat ini merupakan kehendak Allah yang di ibaratkan susunan yang beraturan seperti bumi dan langit, ketika nyawa sudah bertemu dengan panca indra yang dhahir. Alam ajsam adalah alam segala tubuh, rupa tubuh sekalian insan, rupa qalbu serta Rohnya. 

7. MARTABAT ALAM INSAN.
    Martabat Alam insan yaitu martabat yang menghimpun semua martabat sebelum nya, Martabat ini disebut juga martabat alam insan kamil, yaitu martabat yang menyatakan kehendak dan kekuasaan Allah yang sangat nyata berupa insan (manusia) suci yang diberi nama Muhammad, atau manusia sempurna tempat berkumpulnya ke enam martabat sebelumnya yang di satukan dengan panca indra yang dhahir dan batin. Alam insan adalah alam segala manusia, yakni adanya manusia turunan Adam.

Kata Allah terdiri dari Empat (4) huruf , dengan martabat-martabat Nya.  keempat huruf itu adalah sebagai berikut. pertama huruf alif merupakan hakikat Allah dalam Martabat Alam Arwah. kedua huruf lam merupakan hakikat dari martabat wahidiyah. ketiga huruf lam alif merupakan hakikat dari martabat wahdah. ke empat huruf ha merupakan hakikat dari martabat ahadiyah, yaitu kehendak dan kekuasaan Allah yang mencakup tujuh langit dan tujuh bumi yang merupakan zat Allah semua. 

Sementara itu kata Muhammad juga berasal dari empat (4) huruf yang masing-masing mengandung makna sebagai berikut. pertama huruf mim (yang pertama) dalam MUmengandung makna sukma, yaitu ingat akan zat kesempurnaan hidup yang di sebut zat. kedua huruf HA dalam ham mengandung makna ingat akan aku yang merupakan kumpulan hidup yang di sebut sifat. ketiga huruf MIM (kedua) dalam mad mengandung makna ingat akan nama jati diri hidup yang di sebut Asma. dan ke empat huruf DAL dalam Mad. mengandung arti ingat akan nyawa untuk hidup yang di sebut af 'al.

Dalam ilmu tasawuf makhluk yang pertama di ciptakan Allah SWT adalah NUR  Muhammad, yang di sebut juga hakikat Muhammad atau Roh Muhammad, setelah itu barulah di ciptakan alam yang lainnya yakni dari NUR Muhammad itu jua di ciptakan alam semesta ini. konsep Nur Muhammad ini ada hubungan dengan pencapain manusia pada derajat insan kamil (Manusia Sempurna) yakni manusia yang sudah mencapai tingkat teringgi dari sifat kemanusiaannya atau manusia yang sudah memiliki NUR Muhammad. insan kamil merupakan wahdatul wujud (kesatuan wujud) antara manusia sebagai makhluk dengan hakikat yang Esa atau Al-Haqq sebagai sang khaliq.

untuk memproleh NUR muhammad sebagai pencapaian derajat insan kamil yang merupakan penampakan diri Tuhan ada tiga tingkatan yaitu: Ahadiyah (satuan Tuhan), Hawiyah (keDiaan Tuhan), dan Aniyah (keAkuan Tuhan). pada tahap Ahadiyah, Tuhan dengan kemutlakan Nya, baru keluar dari Al-Ama atau Kanzan Makhfiyyah (kabut gelap tanpa nama dan sifat). pada tahab hawiyah nama dan sifat Tuhan telah mulai menampakan diri. pada tahab Aniyah, Tuhan menampakan diri dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya, namun Tuhan menampakan diri terbatas  pada insan kamil. 

   

Friday, 28 October 2016

AWALUDDIN MAKRIFATULLAH

AWALUDDIN MAKRIFATULLAH 
ARTINYA
 AWAL AGAMA MENGENAL ALLAH



BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM

Untuk mengenal agama dengan benar maka terlebh dahulu kita hendaknya mengenal ALLAH SWT , dan untuk mengenal ALLAH maka hedaknya kita mengenal diri kita dahulu yakni diri dhahiriah dan diri bhatniah nya, barang siapa yang telah mengenal diri nya maka iya akan mengenal ALLAH, dan barang siapa yang telah mengenal ALLAH maka fanalah dirinya atau tiadalah ia mempunyai diri lagi,pada hakikatnya hanyalah ALLAH semata.

maka untuk mengenal diri hendaknya kita mengetahui pua darimana asal muasal kejadian diri kita, barang siapa yang tidak mengetahui asal kejadian diri maka tidaklah sempurna ilmu yang ia pelajari, sebagaimana kata Abdullah ibnu Abbas R.A

Ibnu Abbas bertanya kepada Rasulullah, " Ya Rasulullah apakah yang pertama di ciptakan Allah". Rasulullah SAW bersabda.

"INNALLAHA KHALAKA KABLAL ASYYAA INNUR NABIYIKA MINNUIHI" 
Arinya: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menjadikan terlebih dahulu ialah Nur Nabi Muhammad SAW yang di jadikan daripada Zat ALLAH".

Shech Abdul Asysyahrani Rahimahullahu'alaihi berkata:

"INNALLAHA KHALAKA RUHUN NABI SALALLAHU'ALAIHIWASSALAM MIN ZATIHI WAKHALAKAL'ALAMI MIN NURI MUHAMMAD SALALLAHU'ALAIHIWASSALAM".

Artnya: "Sesungguhnya Allah Ta'ala mejadikan Roh Nabi Muhammad SAW daripada Zat ALLAH, dan sekalian Alam ini dijadikan daripada Nur Nabi Muhammad SAW". 

Maka Selain daripada Zat dan Sifat nya ALLAH Ta'ala kesemuanya itu disebut Alam. Termasuk tubuhnya insan mulai daripada Nabi Adam sampai kepada kita semua ini yaitu Alam Tubu.

Rasullullah SAW bersabda: ANA ABUL ARWAH, WA ADAMU ABULBASYARU". 

Artinya: "Aku adalah Bapak segala Roh dan Adam adalah Bapak sekalian tubuh Manusia". 

Tubuh Adam itu sendiri diciptakan daripada Air, Api,Angin, dan Tanah, sedangkan Air, Api, Angin dan Tanah itu di ciptakan daripada Nur Muhammad jua, dan Nur Muhammad itu daripada Zat ALLAH. pada permulaannya Air, Api,Angin dan Tanah itu adalah tiada kemudian Allah Ciptakan Kesemuanya itu daripada Nur Muhammad SAW. yang kemudian dari pada ke 4 objek itu di ciptakan Lembaga ADAM (Tubuh ADAM) maka semuanya itu adalah bersifat FANA melainkan Zatul Mutlak yaitu ZAT ALLAH SWT.

maka itulah asal mula kejadian tubuh dhair manusia yakni ADAM dan kita sebagai anak cucu ADAM.
Trus bagaimana dengan Batiniahnya manusia yang di sebut dengan ROH, sebagaimana yang telah di sebutkan di atas tadi yang bahwa Roh itu berasal daripada Nur Muhammad jua adanya. setelah lembaga adam itu selesai diciptakan maka Allah tiupkan Roh Kedalam Tubuh ADAM tesebut maka hiduplah Tubuh ADAM itu. 

kehiduan manusia itu tidak terlepas daipada sifat ALLAH Ta'ala yakni sifat MA'ANI dan sifat MA'ANIYAH. yaitu Qudrah, Iradah, 'Ilmu, Hayat, Sama', Bashar, Kalam. (sifat ma'ani) Qadirun, Muridun, 'alimun, Hayyun, Sami'un, Bashirun, Mttakallimun . (sifat ma'aniyah)

Qudrah = (berkehendak) maka manusia yang hidup itu mempunyai kehendak/keinginan yang takluk kepada nafsu. maka pada hakikatnya tidaklah manusia itu berkehendak melainkan berkehendak itu adalah sifatnya Allah yang di lmpahkan kepada manusia.

Iradah = (berkuasa) maka manusia yang hidup itu mempunanyai kuasa ia/mampu,bisa, seperti contohnya bisa bernafas, bisa bergerak, mampu mengangkat sesuatu dan lain sebagainya. maka pada hakikatnya tidaklah manusia itu mempunyai kuasa melainkan kuasa itu adalah sifatnya Allah Ta'ala, yang di limpahkan kepada manusia, maka segala sesuatu yang di lakukan mausia itu atas izin Allah jua, jika Allah tidak mengizinkan maka tidalah manusia itu kuasa melakukan apapun meski bernafas sekalipun.

'Ilmu = (mengetahui) maka manusia yang hidup itu mempunyai ia pengetahuan dan dengan itu ia bisa mengetahui ayah dan ibuya dan lai sebagainya. maka pada hakikatnya tidaklah manusia itu mempunyai pengetahuan melaikan penetahuan itu adalah sifatnya Allah yang di limpahkan kepada manusia, maka sesungguhnya ALLAH lah yang sebenar mengetahui segala sesuatu itu.

Hayat = (Hidup) maka sesungguhnya hidupnya manusia itu karna di hidupkan Allah dengan sifat Hayatnya, maka pada hakikatnya tidak adalah manusia itu yang hidup melainkan yang hidup itu hanyalah ALLAH semata, dan hidupnya manusia itu hanyalah limpahan dari sifat Hayatnya ALLAH jua Maka ikalau sifat hidup yang di limpahkan kepada manusia itu di ambil kembali Oleh ALLAH matilah manusia itu.

Sama' = (Mendengar) maka manusia yang hidup itu mempuyai pendegaran dan dengan itu dia bisa mendengar segala sesuatu yang berbunyi. maka pada hakikatnya tiadalah manusia itu yang mendengar melaikan mendengar itu hanyalah limpahan darisifat sama' nya ALLAH, dan ketika limpahan sifat mendengar dari Allah itu di AmbiNya kembali maka tuli lah manusia itu, walaupun dia masih hidup.

Bashar = (melihat) maka manusia yang hidup itu mempunyai penglihatan dan dengan itu dia bisa melihat segala isi alam semesta ini. maka pada hakikatnya tidaklah manusia itu yang mempunyai penglihatan melainkan penglihatan itu hanyalah limpahan dari sifat melihatnya Allah, dan apaila limpahan sifat melihat itu di ambil kembali oleh Allah maka butalah manusia itu.

Kalam = (berkata-kata) maka manusia yang hidup itu adalah dia berkata-kata/berbicara dan degan itu dia berkomunkasi antara satusamalain. maka pada hakikatnya tidak adalah manusia itu berkata-kata/berbicara, melainkan berkata-kata itu hanyalah lmpahan dari sifat kalamnya Allah Ta'ala, dan jika limpahan sifat berkata-kata itu di ambil kembali oleh Allah maka bisulah manusia itu, walaupun dia masih hidup.

maka sesungguhnya tidaklah ada sesuatu apapun yang kita milki melainkan semua itu adalah miliknya Allah dan akan kembali kepada Allah, bakan hidup kitapun adalah milik Allah. 

... Innalillahi wainna ilaihi raji'un...

... Laisa kamislihisyai un wahuwassami'ul bashir...

... Lahaula walakuwwata illabillahil'aliyil'adim...



Demikianlah yang dapat kami sampaikan dalam artikel ini, apabila ada kesalahan dalam penulisan tersebut, maka kepada Allah dan RasulNya Kami memohon Ampun dan Kepada Ibu bapak saya serta saudara saudara yang muslmin dan muslimat mukmnin dan mukminat, saya mohon maaf.